Scoliosis merupakan sebuah kelainan yang terjadi pada tulang
belakang yang kerap di alami oleh siapa saja, tidak memandang usia dan gender.
Kelainan ini terjadi pada tulang belakang sebagai akibat dari posisi tubuh yang
tidak pas pada saat menopang beban. Baik itu pada saat menopang bobot tubuh
semisal pada saat duduk atau tidur, juga pada saat mengangkat beban berat dalam
waktu yang lama dan berulang-ulang.
Hal ini menyebabkan terjadinya lekukan yang tidak normal
pada tulang belakang. Lekukan ini bisa bersifat permanen jika tidak segera
mendapatkan penanganan yang tepat. Pada orang yang menderita scoliosis biasanya
akan memiliki lekuk tulang belakang yang berbentuk S atau C yang pada banyak
kasus tidak tampak secara kasat mata, namun jika di perhatikan bentuk ini akan
terlihat sangat jelas.
Penyebab Scoliosis
Penelitian menyebutkan jika ada sebanyak 75 persen kelainan
Scoliosis di sebabkan oleh faktor idiofatik (kelainan yang muncul tanpa bisa di
deteksi penyebabnya), dan sebanyak 25 persen lainnya merupakan kelainan yang di
sebabkan oleh beberapa faktor umum sebagai berikut ini:
1. Faktor Genetik
Faktor genetik
merupakan faktor paling umum yang menyebabkan terjadinya Scoliosis pada
manusia. Jika salah satu anggota keluarga Anda mengalami kelainan ini yang
sifatnya bawaan (diturunkan dari generasi sebelumnya) maka besar kemungkinan
keturunan selanjutnya juga akan mengalami Scoliosis. Hal ini tidak dapat di
cegah, namun bisa di lakukan beberapa terapi untuk mengurangi dampak buruk yang
di akibatkan.
2. Menderita Trauma Waktu Kecil
Aktivitas pada masa kanak-kanak hingga membuat anak tersebut
terjatuh ketika bermain hingga mengalami trauma, bisa menyebabkan scoliosis
saat remaja. Pada beberapa remaja, scoliosis sering diabaikan karena tidak ada
gejala apa pun yang menyertainya. Tapi kondisi ini akan terlihat dari postur
tubuh yang kurang proporsional seperti bengkok, miring, dan sebagainya. Kondisi
scoliosis pada usia remaja patut diwaspadai dan ditangani sejak dini agar
penambahan sudut scoliosis yang lebih besar bisa dihindari.
3. Posisi Duduk Yang Salah
Hal ini biasanya sering di alami oleh para pekerja kantoran
yang memiliki waktu duduk yang lama pada saat bekerja. Duduk dalam jangka waktu
berjam-jam dalam posisi yang tidak baik berisiko besar dapat menyebabkan
lekukan tulang yang berangsur-angsur berubah menjadi tidak normal. Jika kondisi
seperti ini terjadi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama maka
Scoliois kemungkinan besar akan terjadi. Jika tidak segera melakukan perubahan
cara duduk yang benar, maka Scoliosis bisa saja menjadi permanen dan sulit
untuk di sembuhkan.
4. Panjang Kaki Kurang Simetris
Beberapa orang memang memiliki panjang kaki yang tidak sama
antara yang kiri dengan yang kanan. Hal ini bisa di sebabkan oleh faktor gen,
patah tulang, atau benturan keras yang dilami pada tulang sehingga mengalami
penyusutan. Jika hal ini terjadi, maka orang tersebut akan mengalami kesulitan
untuk menjadikan dua kakinya sebagai tumpuan beban yang berimbang. Akibatnya
salah satu kaki menopang beban yang leibh berat dari yang lainnya dalam posisi
tubuh yang miring.
Jika hal ini berlangsung dalam waktu yang lama maka
Scoliosis akan menyerang Anda. Biasanya bentuk lekukan tulang punggung yang
terjadi pada orang pada jenis kelainan ini akan berbentuk huruf S.
Gejala-gejala Scoliosis
Berikut ini beberapa gejala umum yang menyertai kondisi
scoliosis:
– Bahu kiri atau kanan yang lebih menonjol
– Posisi kepala tidak lurus dengan panggul
– Posisi tubuh yang condong ke salah satu sisi
– Gerakan berjalan yang miring
– Sering mengalami nyeri otot pada saat menopang beban
Penanganan Scoliosis
Ada dua metode paling umum yang sering digunakan untuk
mengurangi scoliosis, berikut penjelasannya:
1. Penggunaan Alat Penyangga (Brace)
Brace berfungsi untuk menyangga tulang belakang yang
mengalami kelainan Scoliosis. Penggunaan alat ini sangat di rekomendasikan oleh
para dokter ahli khusus untuk para penderita Scoliosis. Alat ini tidak di jual
bebas, artinya Anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter spesialis untuk
menentukan brace yang tepat di gunakan sesuai dengan lekuk tulang belakang yang
mengalami kelainan.
Beberapa kekurangan alat ini yang paling banyak di keluhkan
oleh para penggunanya yaitu rasa gatal dan iritasi yang sering di timbulkan
pada kulit pada saat menggunakan brace. Selain itu alat ini juga cukup berat,
terkadang juga muncul rasa panas pada punggung jika terlalu lama
menggunakannya.
2. Sports Therapy
Cara kedua yang bisa di lakukan untuk mengurangi Scoliosis
adalah dengan melakukan metode sports therapy. Metode ini merupakan sebuah cara
pengobatan dengan menggunakan latihan terukur bagi para penderita Scoliosis.
Sport therapy biasanya dilakukan secara rutin dan bertahap selama 15 hingga 20
menit setiap harinya. Pola latihan yang di gunakan adalah gabungan dari gerakan
tertentu yang di dukung dengan penggunaan brace. Cara ini cukup efektif untuk
memperbaiki bentuk lengkung
tulang belakang yang mengalami kelainan. Sport therapy juga di rasa cukup
efektif karena tidak menimbulkan efek samping ataupun rasa tidak nyaman seperti
metode yang pertama, hanya saja di butuhkan waktu yang lebih lama untuk
mengembalikan struktur tulang yang bengkok menjadi normal kembali.
Semoga bermanfaat.

No comments:
Post a Comment